Postingan

AROFA NAFSAH

Gambar
"AROFA NAFSAH" Oleh : Azizah Maghfiroh EPISODE 2 Masa Kecil “Jika napasmu tanpa arti Gengamlah belati dengan jari Jika ragamu telah pergi  Jangan ingat Aku sampai mati” Artinya, hidup ini harus berarti. Hidup memiliki arah dan tujuan yang pasti. Agar jejak kita nanti terus abadi. Masa kecil Dimas terbilang biasa saja, cenderung seperti pada umunya anak kecil desa lainnya. Ia bermain layang-layang, mandi di sungai, jalan-jalan ke sawah seperti si bolang. Tak lupa setiap menjelang sore ia pasti pulang untuk mengaji di kampungnya. Kesehariannya pun terbilang cukup istimewa dalam menemani orang tua, karena ia sangat tekun membantu atau menggantikan mencari rumput, bahkan mengembala kambing bersama teman sebayanya. Terkadang ia juga menemani sang bapak mencangkul atau jika sudah lelah, ia hanya menungguinya di gubuk bambu sambil makan jambu biji yang ia petik di pinggir sawah. Pernah sesekali saking lelahnya, iak ketiduran, malah sampai tertidur pulas hingga dibangunka...

AROFA NAFSAH

Gambar
"AROFA NAFSAH" Oleh : Azizah Maghfiroh EPISODE 1 Lahir   Jumat Legi menurut sebagian orang adalah malam yang istimewa dan sakral dalam penanggalan Jawa.  karena banyaknya diadakan selamatan dan hajatan-hajatan dalam tradisi orang-orang Jawa.  Pagi itu, di sebuah desa terpencil yang jauh dari keramaian kota, lahirlah seorang bayi laki-laki yang diberi nama Dimas. Bayi itu lahir dari pasangan Bapak Salam dan Ibu Maimunah. Keluarga sederhana yang hidup bahagia. Sehari-hari Pak Salam hanyalah sebagai pekerja buruh tani, tukang kebun, dan pekerjaan serabutan lain. Ditambah dengan ternak ayam serta memelihara kambing sebagai sampingan untuk ekonomi keluarga tersebut, seperti kebanyakan penduduk desa lainnya. Sebut saja desa itu Desa Ampel, desa yang jauh dari pendidikan sekolah formal bagi para kaum mudanya, yang ada setiap harinya hanya mengaji di waktu sore, dan paginya menemani orangtua mereka ke kebun atau ke sawah. Adapun  mereka menginginkan untuk be...

Apa Kabar Generasi Penerus bangsa?

Gambar
Di zaman era kecanggihan teknologi ini, belum ada melahirkan seorang penulis baru yang melegenda. Berbeda di tahun era 60 / 70 an. Banyak sekali terlahir Para cendekiawan, legendaris, sastrawan yang berhasil mempunyai pengaruh besar hingga tersebar ke penjuru Dunia. Sedangkan di zaman sekarang, novel² percintaan sangatlah membludak dan bahkan menjadi peminat terbanyak.  (Lebih suka yang baper²) Yaah, beginilah negara kita... Karena memang sudah masanya,  Tetap semangat pantang mundur,  para penerus generasi di bangsa ini. Buatlah karya yang bisa membanggakan di atas tanah kelahiran kita masing-masing... Bukan untuk apa... Atau mencari ketenaran, Tapi untuk keturunan kita, hehe Lebih baik sibuk dengan mengabadikan sebuah nama untuk sejarah, dari pada mengabadikan sebuah nama yang hanya terlintas di kepala para manusia. By : Azizah Maghfiroh

Penaku

Gambar
*Tips Menulis novel ala Azizah Maghfiroh* Hai teman-teman,  kalian pingin belajar menulis novel,  tapi kadang bingung buat judul apa agar menarik dibaca,  atau gak PD sama diri sendiri. Yuk kita simak dan renungkan baik-baik lalu cobalah dengan sungguh-sungguh. Saya berbagi tulisan ini tak lain adalah juga sama-sama belajar seperti kalian.  Sebab saya adalah penulis yang masih amatiran. Disamping itu,  saya tidak begitu gemar membaca TULISAN. Padahal sekolahnya menulis adalah membaca. Tapi tak perlu ragu yaa... Ok,  bagi kalian yang cermat mudah ingat tak perlu dicatat tips ini,  dan untuk kalian yang benar-benar mudah lupa,  silahkan ambil selembar kertas dan pena. Ini adalah trik yang sangat mudah,  sederhana dan simpel banget. Pertama-tama, -Siapkan buku tulis dan karanglah sebuah puisi juga kalimat motivasi.  (Sebanyak-banyaknya) -Bagi kalian yang pandai mendramalistirkan suatu keadaan pas banget, Diwaktu ...

Pesan berbisik

Kau adalah buku tentang ke indahan Aku adalah tuna aksara yang dipaksa untuk membaca Namun di dalam setiap bab mu aku yakin berisih tentang Cinta & Kasih Karena aku tuna aksara, Tak perlu lagi bersusah membaca atau menulis dengan sepatah kata, Karena ku yakin isimu hanyalah Cinta, Ku bolak balik halamanmu pun bukan aku paham..???_ Tapi... Udara pagi yang sejuk ini pun setiap semilirnya  penghilang kegundahan & penat selama ini Setiap untaian huruf yang tertata rapi itu pun kian mengaburkan pikiranku & memusingkang kepalaku Untukmu senyuman bahagia yang tersungging indah diatas sekat paragraf-paragrafmu Semoga pagi hari ini penuh senyum kebahagiaan Mb Zie (teman lama yang terlupakan)..😀 Pak Hamam Jombang, Up to Azizah Maghfiroh

Rindu Kasih

Teruntuk kasihku yang jauh disana Satu nama atas puisi cintaku Sejak sekian lama kau yang ku nanti Kini kau hadir di lamunanku Kau usir hampa dan jenuh hidupku Kau warnai hatiku yang gelap Kau tarik bibir ini tersenyum di sepanjang waktu melupakan kelukaan dan kesedihan Kau usir kesendirian yang telah lama menjadi sahabatku Kau tiupkan angin qolbu hingga hati ini terasa sejuk dan damai Sungguh ku tak sanggup menipu rindu Yang memekik namamu Rindu yang membasahi hatiku dengan siraman cinta kasih yang kau berikan Kumohonkan, semoga Rabb Semesta Alam meridhai ikatan ini Dan namamu lah yang tertuliskan di lauhil mahfudz Azizah Maghfiroh Dimana ada rindu, tak lepas meninggalkan doa juga air mata.... Dimana ada cinta, disitulah ada cahaya penerang bagi insan  membutuhkan arahan Untuk seseorang yang terluka karena cinta ataupun impian, menangislah sepuas hatimu dan biarkan angin membawa pergi jauh, lalu tersenyumlah, pandanganlah kedapan, karena disana ada yang jauh l...

Puisi Azizah Maghfiroh

Azizah Maghfiroh Ku rasa ada yg aneh.. Aku seperti berperang dengan diriku yg lain.. Tentang apa yg nampak di mata.. Dan tak enak di rasa.. Sosok malaikat.. Tak bersayap.. berbalut kulit sang hawa.. Berjubah doa.. Ke indahan raga Dari surga.. Yang berjiwa.. Dan berparas wanita.. Sorot mata nya.. Layaknya lautan.. Yang diam dan dalam.. Hingga aku tenggelam.. Sekali lagi sang ilahi Menampakan pada semesta. Rupa bidadari.. Dari rahim manusia.. Siapa kah aku?? Beraninya menatap kesempurnaan ciptaanNYA.. Sombong diriku Melangkah ke arahnya.. Hilang akal sehat Tatkala kudekat... Seperti kebodohan Tiba tiba membelenggu sesaat.. Siapakah aku?? Lihat tanda tanya itu Jurang pemisah Antara aku dan ketidakwarasanku.. Untuk memilikimu.. Seutuhnya. Jepara untuk Malang