Postingan

Cinta Cuma Nama

Gambar
"Cinta Cuma Nama" Oleh : Azizah Maghfiroh  Kau ingat, saat bunga yang berduri tajam itu kau petik? Lalu kau berani mengambilnya dan kau tancapkan di sebuah taman. Aku akan menjadi bunga yang nampak paling jelita, ataukah hanya hiasan di taman itu sendirian? Dan jika ranting bunga itu hampir melayu, apa hanya di biarkan dan di pandangi begitu saja? Awalnya aku mengenal cinta begitu tulus. Ia memberiku nafas kasih sayang. Ia melempariku rindu yang begitu deras, bagaikan derasnya Sungai Nil yang bertemu lautan. Ia juga pandai membasahi hatiku dari gersangnya amarah. Cinta itu begitu kuat dan selamanya akan tetap utuh. Seiring berputarnya waktu, aku menjalani hari-hari yang sangat membahagiakan dengan kehadirannya yang selalu menemani dalam setiap langkahku. Di setiap lelahku, selalu ada penghiburnya. Tangisku di ubah olehnya menjadi pelangi. Senyumku selalu di ukir dalam hatinya sehingga tak ada cela sedekitpun untuk aku beralasan bersedih. Air mata terlalu berharga untuk merasa...

Angkasa Kehidupan

Oleh : Azizah Maghfiroh  Dalam hidup, tanpa kita sadari, bahwa apa yang tidak kita sukai, tidak kita harapkan, tidak kita impikan datang dengan keadaan yang tidak sewajarnya. Terutama kita di hadapkan perkara tersebut dalam keadaan yang tak dapat kita terima, padahal maslahahnya besar dalam pendidikan akhlak kita. Kita terlatih kuat hati, sabar hati dan legowo hati.  Apa gunanya kita sabar kalau tidak di kasar.  Apa gunanya kita baik kalau buruk tidak datang. Apa gunanya kita legowo kalau tidak di suguhkan kesempitan hidup. Apa gunanya kita jujur kalau kita tidak di bohongi, ya! di bohongi oleh kenafsuan kita sendiri perkara dunia. Semuanya di dunia ini ada dua makhluk yang selalu menemani kita, terutama yang hadir di dalam hati kita. Semua adalah kuasa Sang Pencipta. Apabila kita di suguhkan oleh Sang Pencipta yang baik saja, merasa hidup sudah penuh dengan ketenangan. Namun di saat kejelekan datang, atau perkara yang tidak kita sukai datang dengan tiba-tiba, lalu kita m...

Bahasa Cinta

Gambar
Cinta, Kalau kau sungguh cinta, tak akan mudah kau mengundang air mata seseorang yang kau cinta. Apalagi air mata itu berbicara karena kecewa... Percaya, Cinta itu percaya, ia tak mudah menuduh sembarangan tanpa ada bukti nyata... Bersama, Cinta itu bersama, dimana pun dan kapan pun ia selalu membersamai (saling mengingat) meski jarak memisahkan... Berpisah, Cinta tak mengenal pisah, sebab ia hidup dalam jiwa... Luka, Cinta itu tak memberikan luka, kecuali bahagia, kalau pun terluka, sebab tidak ada saling percaya diantara mereka... Peduli, Cinta itu mengenal peduli, karena cinta menjadi kuat sebab ada komunikasi yang baik... Azizah Maghfiroh 

PULANG

Gambar
Jangan mengeluhkan kepedihanmu kepada dia yang tidak perasa.  Nanti pedihmu bertambah parah.  Ajarkan kepada hatimu untuk tidak lelah memahami mereka.. Agar mudah memafkan enggan segala keadaan yang membatasi  Jangan menyatakan hal hal indah kepada yang tidak peka.  Nanti indahmu berubah menjadi kecewa.  Pun - jangan menyandarkan seluruh tentang dirimu kepada dia yang hanya menjadikanmu tulisan yang tidak pernah ia baca.  Nanti kisahmu hanya kan menjadi sebuah cerita yang membuatmu lelah untuk memahaminya.  Berhentilah. Iyaa berhentilah untuk menyerahkan diri. Sejenak harus kau pahami, bahwa yang paling menyakitkan dari sebuah hubungan, bukanlah dia yang terangan terangan mengucapkan selamat tinggal.  Tapi dia yang wajahnya tersenyum teduh padamu.   Namun tingkah lakunya seakan sedang melambaikan tangan perpisahan.  Jangan menyiksa diri,  Engkau berharga, dan segala tentangmu tidaklah pantas untuk dihadiahi luka.  Memangla...

Perahu Kecilku

 Entah aku masih hidup atau hanya sisa nafas dan nadiku yang memang masih bertahan Aku hidup tapi tak merasakan hati Senyum dan tawa ini hanya hiasan sementara Atau luka dan air mata ini hanya perantara Aku seperti sudah mati dari sengatan matahari Sudah mati dari gigitan malam yang sunyi dan sepi Aku hanya hidup dalam mata terpejam Dari nyanyian jiwa yang telah padam Azizah Maghfiroh 22 Mei 2022

PPKM episode 5

Gambar
 "P-P-K-M" (Pelan-pelan kita Menikah) Part 5 (Episode 4) klik dibawah ini 👇 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=986176628863875&id=100024146414964 Oleh : Azizah Maghfiroh Suasana hening menyelimuti perasaan mereka berdua. Tanpa rasa canggung, Ning Wirda pun membuka masker untuk memecahkan suasana yang membuat ia gelisah. Disitulah kesempatan Gus Ibram melihat wajah ayu Ning Wirda. Terlihat masih bocah namun kalem, anggun, manis, cuantik. Kalau dipandang tidak jauh beda seperti artis Keisha Ratuliu dan yang paling disukai Gus Ibram adalah kedipan matanya yang pelan. Karena sibuk memandangi wajah ayunya yang tidak membosankan, Gus Ibram lupa hendak melanjutkan bertanya-tanya dan menjelaskan maksud kedatangannya. Dan tetiba kemudian datanglah tamu sekeluarga. "Assalamualaikum..." Salam salah satu tamu tersebut di balik pintu yang sedang terbuka. "Waalaikumussalam warohmatulllah wabarokatuh" jawab salam Ning Wirda.  Lalu ia menghampiri tamu terseb...

Pena Putih 2

Gambar
Oleh : Azizah Maghfiroh Sejarah adalah kejadian kenyataan hidup yang telah terjadi dan sudah berlalu namun tetap menjadi ingatan. Banyak pengaruh  yang bisa dijadikan kiblat untuk dicontoh. Kehidupan ini sebenarnya tidak jauh dengan apa yang sudah dicontohkan oleh Sang Pencipta pada zaman dulu, tergantung yang merenunginya, bahwa semua tetap sama. Jika ia berbuat baik akan di tunjukan kebaikannya, jika buruk, juga akan di buka suatu saat keburukannya. Itu pada intinya.  Ingatlah sesuatu ini sampai nanti, "Bahwa warisan para leluhur yang paling berharga adalah bisa Menerima Takdir"